listening music yuuk..!!!!!!!!!!

cOveR9irL..hahaha

Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com
Click here to rate this magazine

Rabu, 23 Juli 2008

Tugas ke-5 SP MK Filsafat

1. Tuliskan teori dan pemikiran Aristoteles tentang etika dan negara!

a. Ajarannya tentang Etika

Aristoteles mempunyai perhatian yang khusus terhadap masalah etika. Karena etika bukan diperuntukkan sebagai cita-cita, akan tetapi dipakai sebagai hukum kesusilaan. Menurut pendapatnya, tujuan tertinggi hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia). Kebahagiaan adalah suatu keadaan dimana segala sesuatu yang termasuk dalam keadaan bahagia telah berada di dalam diri manusia. Jadi, bukan sebagai kebahagiaan subjektif. Kebahagiaan harus sebagai suatu aktivitas yang nyata, dan dengan perbuatannya itu dirinya semakin disempurnakan. Kebahagiaan manusia yang tertinggi adalah berpikir murni.

b. Ajarannya tentang Negara

Menurut Aristoteles, negara akan damai apabila rakyatnya juga damai. Negara yang paling baik adalah negara dengan sistem demokrasi moderat, artinya sistem demokrasi yang berdasarkan Undang-Undang Dasar.

2. Carilah informasi tentang Filsafat Skolastik melalui 5 tokoh dan pendapatnya!

a. Peter Abaelardus (1079-1180)

Abaelardus memberikan alasan bahwa berpikir itu berada di luar iman. Karena itu berpikir merupakan sesuatu yang berdiri sendiri. Hal ini sesuai dengan metode dialektika yang tanpa ragu-ragu ditunjukkan dalam teologi, yaitu bahwa teologi harus memberikan tempat bagi semua bukti-bukti. Dengan demikian, dalam teologi itu iman hampir kehilangan tempat. Ia mencontohkan, seperti ajaran Trinitas juga berdasarkan pada bukti-bukti, termasuk bukti dalam wahyu Tuhan.

b. Albertus Magnus (1203-1280)

Di samping sebagai biarawan, Albertus Magnus juga dikenal sebagai cendikiawan abad pertengahan. Ia mempunyai kepandaian yang luar biasa. Di universitas Padua ia belajar artes liberales, ilmu-ilmu pengetahuan alam, kedokteran, filsafat Aristoteles, belajar teologi di Bulogna, dan masuk ordo Dominican tahun 1223, kemudian masuk ke Koln menjadi dosen filsafat dan teologi.terakhir ia diangkat menjadi uskup agung. Pola pemikirannya meniru Ibnu Rusyd dalam menulis tentang Aristoteles.

c. Thomas Aquinas (1225-1274)

Karya Thomas Aquinas telah menandai taraf yang tinggi dari aliran Skolatisisme pada abad pertengahan. Menurut pendapatnya, semua kebenaran asalnya dari Tuhan. Kebenaran diungkapkan dengan jalan yang berbeda-beda, sedangkan iman berjalan diluar jangkauan pemikiran. Ia menghimbau agar orang-orang untuk mengetahui hukum alamiah (pengetahuan) yang terungkap dalam kepercayaan. Tidak ada kontradiksi antara pemikiran dan iman. Semua kebenaran mulai timbul secara ketuhanan walaupun iman diungkapkan lewat beberapa kebenaran yang berada di luar kekuatan pikir.

d. William Ockham (1285-1349)

Menurut pendapatnya, pikiran manusia hanya dapat mengetahui barang-barang atau kejadian-kejadian individual. Konsep-konsep atau kesimpulan-kesimpulan umum tentang alam hanya merupakan abstraksi buatan tanpa kenyataan. Pemikiran yang demikian ini, dapat dilalui hanya lewat intuisi, bukan lewat logika. Di samping itu, ia membantah anggapan skolastik bahwa logika dapat membuktikan doktrin teologis. Hal ini akan membawa kesulitan dirinya yang pada waktu itu sebagai penguasanya Paus John XXII.

e. Nicolas Cusasus (1401-1464)

Menurut pendapatnya, terdapat tiga cara untuk mengenal, yaitu lewat:

· Indra

Dengan indra kita, akan mendapatkan pengetahuan tentang benda-benda berjasad, yang sifatnya yang sifatnya tidak sempurna.

· Akal

Dengan akal, kita akan mendapatkan bentuk-bentuk pengertian yang abstrak berdasar pada sajian atau tangkapan indra.

· Intuisi

Dengan intuisi, kita akan mendapatkan pengetahuan yang lebih tinggi. Hanya dengan intuisi inilah kita akan dapat mempersatukan apa yang oleh akal tidak dapat dipersatukan.

3. Tokoh filosofi di zaman Reinassance antara lain Leonardo da Vinci, Machiavelli, dan Michelangelo. Apa yang anda ketahui tentang mereka? Jelaskan !


· Leonardo da Vinci (15 April 14522 Mei 1519) adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai jenius universal. Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna.Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan juga kuliner.

Latar Belakang

Leonardo lahir pada tahun 1452 di kota Vinci, propinsi Firenze, Italia anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina, jadi nama lengkapnya yaitu Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero asal kota Vinci.

Pada tahun 1476 tertuduh dengan kasus homoseksual dengan seorang model laki-laki berusia belasan tahun yang bernama Jacopo Saltarelli. Sehingga beberapa tahun itu Leonardo selalu berada di bawah pengawasan yang berwenang [1].

Pada usia belia, beliau sudah belajar melukis dengan Andrea del Verrocchio dan mulai melukis di Firenze.Ada kabar mengisahkan Verrochio menyatakan pensiun melukis setelah menyaksikan bahwa lukisan muridnya yang satu ini lebih bagus dari lukisannya sendiri. Selain menjadi pelukis Leonardo juga sanggup menunjukkan kemampuannya di bidang yang lain. Pada tahun 1481 Leonardo pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati(Duke) di sana.Hasil karyanya selama di Milan yang paling termashur adalah Kuda Sforza yang dikerjakannya selama kurang lebih 11 tahun. Namun di situ ia tidak hanya melukis dan membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma

Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangeo dalam merancang katedral Santo Petrus.Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat dalam buku catatanya sebanyak 7.000 halaman. Didalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Pada zaman itu, anatomi tubuh manusia tak lebih dari sekadar kira-kira karena siapapun dilarang keras membedah jenazah. Dengan kenekatannya mencuri-curi kesempatan membedah-bedah tubuh orang mati, di kemudian hari tindakan yang tak lazim di zamannya ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia kedokteran.

Mahakaryanya, Jamuan Terakhir(The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris. Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.

Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.

Setelah wafatnya, sangat kuat ditengarai bahwa beliau pernah memegang peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernama Priory of Sion yang berlaskarkan Knights Templar. Apakah organisasi rahasia ini? Banyak fakta mengarahkan pada suatu dugaan bahwa Priory of Sion merupakan sebuah organisasi yang menjaga ketat-ketat rahasia sejarah kristiani menurut versi yang berbeda dari kitab Injil yang beredar di masyarakat. Yang dirahasiakan adalah mengenai siapa mesias yang sesungguhnya dan kemungkinan Yesus tidak menjalankan hukum selibat. Dalam versi yang sempat menimbulkan kontroversi ini diyakini bahwa Mesias yang sesungguhnya adalah Santo Yohanes Pembaptis, hal tersebut tersirat dari kekerapan Da Vinci melukis Sang Santo dalam posisi telunjuk menuding ke atas sebagai simbolisasi 'Putra Allah'. Versi yang tak kalah mengagetkannya adalah kemungkinan Maria Magdalena si bekas perempuan sundal diperistri oleh Yesus.

· Niccolo Machiavelli, (3 Mei 146921 Juni 1527) adalah diplomat dan politikus Italia yang juga seorang filsuf. Sebagai ahli teori, Machiavelli adalah figur utama dalam realitas teori politik, ia sangat disegani di Eropa pada masa Renaissance. Dua bukunya yang terkenal, Discorsi sopra la prima deca di Tito Livio (Diskursus tentang Livio) dan Il Principe (Sang Pangeran), awalnya ditulis sebagai harapan untuk memperbaiki kondisi pemerintahan di Italia Utara, kemudian menjadi buku umum dalam berpolitik di masa itu.

Sang Pangeran menguraikan tindakan yang bisa atau perlu dilakukan seorang seseorang untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan.

Nama Machiavelli, kemudian diasosiasikan dengan hal yang buruk, untuk menghalalkan cara untuk mencapai tujuan. Orang yang melakukan tindakan seperti ini disebut makiavelis.

Machiavelli mengemukakan gagasan tentang suatu bentuk negara yang otokratis.

· Michelangelo

Michaelangelo Buonarroti' atau nama lengkapnya dalam bahasa Italia Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni (dalam bahasa Spanyol disebut Miguel Ángel; dalam bahasa Perancis disebut Michel-Ange, yang kurang lebih berarti Malaikat Mikail) (6 Maret, 1475 - 18 Februari, 1564) adalah seorang pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek zaman Renaissance.

Ia terkenal untuk sumbangan studi anatomi di dalam Seni Rupa. Karyanya yang dianggap terbaik adalah Patung David, Pietà, dan Fresko di langit-langit Sistine's Chapel.

Senin, 21 Juli 2008

Tugas ke-4 SP MK Filsafat

“Carilah 5 filosof terkemuka Yunani beserta buah pikiran filsafatnya!”

1. Thales

Menurut Thales, asas pertama yang menjadi asal mula segala sesuatu adalah air. Barangkali penemuannya didasarkan atas kenyataan, bahwa air dapat diamati dalam bentuknya yang bermacam-macam. Air tampak sebagai benda halus (uap), sebagai benda yang cair (air) dan sebagai benda yang keras (es).

2. Anaximandros

Menurut Anaximandros, asas pertama yang menjadi asal mula segala sesuatu adalah to apeiron (yang tak terbatas). Asas pertama ini disebut demikian karena tidak memiliki sifat-sifat benda yang dikenal manusia.

3. Anaximenes

Baginya asas pertama segala sesuatu, dari mana segala sesuatu berasal, adalah udara. Manusia akan mati apabila ia tidak bernafas. Seperti halnya dengan jiwa manusia, demikianlah udara mempersatukan segala sesuatu di dalam jagat raya. Maka udara itulah yang melahirkan segala benda di dalam jagat raya. Hal ini mungkin karena adanya pemadatan dan pengenceran udara. Karena udara memadat maka timbullah secara berturut-turut angin, tanah, dan batu. Sebaliknya karena udara menjadi cair, maka timbullah api. Demikianlah dari udara terjadi anasir-anasir yang membentuk jagat raya dengan segala isinya.

4. Pythagoras

Ada dua hal yang besar sekali pengaruhnya dari Pythagoras,yaitu:

· Suatu ajaran rahasia dengan suatu kepercayaan, bahwa jiwa tidak dapat mati

· Usaha mempelajari ilmu pasti

Pertama-tama diajarkan bahwa jiwa adalah sesuatu yang berdiri sendiri, yang tidak berjasad serta tidak dapat mati. Oleh karena hukumanlah maka jiwa dibelenggu di dalam tubuh. Dengan penyucian (catharsis) orang dapat membebaskan jiwanya dari belenggu tubuhnya, sehingga setelah orang mati jiwanya akan mendapatkan kebahagiaan. Akan tetapi barang siapa tidak menyucikan diri atau penyuciannya kurang, jiwanya akan berpindah ke kehidupan yang lain, sesuai dengan keadaannya, baik berpindah ke binatang, tumbuh-tumbuhan, atau manusia. Penyucian diri terdiri dari melakukan pantangan-pantangan terhadap makanan tertentu. Seperti: daging, kacang, dll.

Menurut Pythagoras, asal segala sesuatu adalah bilangan, yang mewujudkan satu kesatuan.

5. Aristoteles

Hasil karyanya banyak sekali. Akan tetapi sulit menyusun karyanya itu secara sistematis. Berbeda-beda cara orang membagi-bagikannya. Ada yang membaginya atas 8 bagian, yang mengenai: logika, filsafat alam, psikologi, biologi, metafisika, etika, politik, ekonomi, retorika, dan poetika.

Jumat, 18 Juli 2008

Villa Kematian

Tujuh tahun yang lalu terjadi

Pada malam yang sunyi

Di villa ini

Kau pergi meninggalkan kami

Menuju ilahi

Menuju tempat yang abadi

Kini, ku kembali pada villa ini

Dengan membawa luka hati

Aku takut peristiwa ini terulang lagi

Apakah pada orang lain ataukah diriku sendiri..??

Benar, peristiwa ini terulang lagi

Bukan pada orang lain tapi pada diriku sendiri

Meski ku belum menuju tempat yang abadi

Tapi ku pulang dengan hati yang mati

Mati karena dicaci maki

Oleh orang yang tak tau diri

Kamis, 17 Juli 2008

Tugas ke-3 SP MK Filsafat

Mencari sumber lain yang memberi makna tentang "philos", "sophos", "philein" dan "sophia"!

Menurut dari asal katanya pengertian filsafat terdiri dari kata filos (philos) yang artinya cinta dan solfiah yang artinya kearifan/kebijaksanaan. Filsafat berasal dari bahasa Yunani “Philosophia” yang mempunyai arti cinta akan kebijaksanaan/kearifan. Sedangkan bila kita berfilsafat mempunyai pengertian berpikir secara mendalam tentang hakekat segala sesuatu dengan cara mencari makna yang paling mendalam / makna sesungguhnya.

Kata “filsafat” berasal dari bahasa Yunani, philosophia: philein artinya cinta, mencintai, philos pecinta, sophia kebijaksanaan atau hikmat. Jadi filsafat artinya “cinta akan kebijaksanaan”. Cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Filsafat berarti hasrat atau keinginan yang sungguh akan kebenaran sejati. Demikian arti filsafat pada mulanya.

Menurut Anda, untuk apa kita (Akademisi) belajar tentang filsafat?
Menurut saya, supaya kita:
1. Berfikir serius
2. Mampu berfikir tentang filsafat
3. Paham atau mengerti tentang filsafat dan tidak salah dalam mengambil suatu keputusan

Kamis, 10 Juli 2008

Tugas ke-2 SP MK Filsafat

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow


1. kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang paling mendasar yang dibutuhkan oleh manusia. jika kebutuhan pada tingkat ini tidak tercapai, maka kebutuhan pada tingkat-tingkat selanjutnya tidak akan tercapai.
contoh : makan, bernafas, buang air kecil, dll.
2. kebutuhan rasa aman dan keselamatan
jika kebutuhan fisiologis sudah terpenuhi, maka seseorang akan merasa aman.
contoh : seseorang yang lapar kemudian dia makan (maka kebutuhan fisiologisnya sudah terpenuhi) kemudian ia merasa kenyang (maka kebutuhan rasa aman dan keselamatannya juga sudah terpenuhi).
3. kebutuhan sosial
jika seseorang sudah terpenuhi kebutuhan rasa aman dan keselamatannya, maka ia akan membutuhkan kebutuhan sosial.
contoh : memiliki teman, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dll.
4. kebutuhan penghargaan
contoh : dia akan mendapat pujian "wah, temanmu banyak ya! ga salah kalau mereka mau berteman denganmu. kamu orangnya baik dan murah senyum sih".
5. kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.
contoh : seorang biarawati. dia merasa sudah terpenuhi kebutuhan pribadinya. maka sekarang saatnya dia untuk "melayani" Tuhannya dan orang lain.

Tugas KE-1 SP MK Filsafat

Teori Psikoanalitik Sigmund Freud


Menurut pemahaman saya:
Id adalah hasrat atau keinginan yang ingin dicapai untuk mendapatkan kepuasan tertentu
Ego adalah kemampuan berfikir (realistik) atau yang mengatur keserasian antara id dan superego
Superego adalah peraturan (sesuatu yang bisa menilai mana yang baik atau buruk, boleh atau tidak, dsb).
contoh dari kejadian atau peristiwa dari teori psikoanalitik :
vivi mempunyai keinginan untuk makan karena ia lapar (ini merupakan contoh dari id). kemudian vivi berpikir "saya mau makan apa ya? sedangkan di dompet saya uang makan tinggal Rp 15.000,- untuk makan dua hari" vivi berpikir lagi "lebih baik saya makan beli soto ayam dan nasi seharga Rp 6.000,-. jadi, ada sisa Rp 9.000,- untuk makan besok". (ini merupakan contoh dari ego).
selain murah, makanan itu juga bergizi karena mengandung serat dan vitamin (ini merupakan contoh superego).

Rabu, 28 Mei 2008

Esensialisme

Esensialisme adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Mereka berpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara kaum muda.
Menurut para essensialis, dalam dunia pendidikan fleksibilitas dalam segala bentuk dapat menimbulkan pandangan yang berubah-ubah, pelaksanaan yang kurang stabil dan tidak menentu. Sehingga menyebabkan pendidikan kehilangan arah.
Dengan demikian pendidikan harus bersendikan pada nilai-nilai yang dapat mendatangkan stabilitas yaitu nilai yang memiliki tata yang jelas dan telah teruji oleh waktu. Prinsip essensialisme menghendaki agar landasan pendidikan adalah nilai-nilai yang essensial dan bersifat menuntun.

Essensialisme
(a) Berkaitan dengan hal-hal esensial atau mendasar yang seharusnya manusia tahu dan menyadari sepenuhnya tentang dunia dimana mereka tinggal dan juga bagi kelangsungan hidupnya.
(b) Menekankan data fakta dengan kurikulum yang tampak bercorak vokasional.
(c) Konsentrasi studi pada materi-materi dasar tradisional seperti: membaca, menulis, sastra, bahasa asing, matematika, sejarah, sains, seni dan musik.
(d) Pola orientasinya bergerak dari skill dasar menuju skill yang bersifat semakin kompleks.
(e) Perhatian pada pendidikan yang bersifat menarik dan efisien.
(f) Yakin pada nilai pengetahuan untuk kepentingan pengetahuan itu sendiri.
(g) Disiplin mental diperlukan untuk mengkaji informasi mendasar tentang dunia yang didiami serta tertarik Progressivism
Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Bagley, Thomas Briggs, Frederick Breed dan Isac L. Kandell.

Progresivisme

Progresivisme adalah suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Beberapa tokoh dalam aliran ini : George Axtelle, William O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B. Thomas dan Frederick C. Neff.

Kamis, 22 Mei 2008

KONSTRUKTIVISME

PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME

Pengenalan

Pengajaran dan pembelajaran matematik melibatkan kemahiran mengira yang melibatkan daya pemikiran dan kreativiti yang tinggi. Pembelajaran matematik memerlukan kefahaman sesuatu konsep dengan mantap dan menyeluruh. Perlaksanaan proses pengajaran dan pembelajaran matematik perlu mengambil kira keperluan dan tahap pencapaian para murid.

Kurikulum Baru Sekolah Rendah (KBSR) mempunyai matlamat memperkembangkan fungsi murid secara menyeluruh dan bersepadu bagi mewujudkan insan yang seimbang dan harmonis dari segi intelek, rohani.emosi dan jasmani supaya mereka dapat menjalani kehidupan dengan berkesan dan bertanggungjawab. Bagi mencapai matlamat ini, guru perlu memilih kaedah pengajaran dan pembelajaran dengan bijaksana supaya kaedah yang dipilih itu sesuai dengan murid-murid yang pelbagai kebolehan dan minat. Salah satu trend matematik yang perlu diamalkan ialah melalui pendekatan Pembelajaran Konstruktivisme.

Pengertian Konstruktivisme

Pendekatan konstruktivisme merupakan proses pembelajaran yang menerangkan bagaimana pengetahuan disusun dalam minda pelajar. Pengetahuan dikembangkan secara aktif oleh pelajar itu sendiri dan tidak diterima secara pasif dari persekitarannya. Ini bermakna pembelajaran merupakan hasil daripada usaha pelajar itu sendiri dan bukan dipindahkan daripada guru kepada pelajar. Iaitu tidak lagi berpegang pada konsep pengajaran dan pembalajaran yang lama , di mana guru hanya “menuang ilmu “ kepada murid tanpa murid itu sendiri berusaha dan menggunakan pengalaman atau pengetahuan sedia ada mereka .

Untuk membantu murid membina konsep atau pengetahuan baru, guru perlu mengambil kira struktur kognitif yang sedia ada pada mereka. Apabila maklumat baru telah disesuaikan dan diserap untuk dijadikan sebahagian daripada pegangan kuat mereka, barulah bentuk baru tentang sesuatu ilmu pengetahuan dapat dibina. Proses ini dinamakan Konstruktivisme.Beberapa ahli konstruktivisme berpendapat bahawa pembelajaran bermakna bermula dengan pengetahuan atau pengalaman sedia ada murid.

Rutherford dan Algren berpendapat bahawa murid mempunyai idea mereka sendiri tentang hampir semua perkara sama ada betul atau salah.Jika kefahaman

dan pandangan diabaikan dan tidak diatasi, kefahaman atau kepercayaan asal mereka itu akan tetap kekal walaupun dalam peperiksaan , mereka memberi jawapan seperti yang dikehendaki oleh guru.

John Dewey menguatkan lagi teori konstruktivisme dengan mengatakan bahawa pendidik cekap harus melaksanakan pengajaran dan pembelajaran sebagai proses menyusun atau membina pengalaman secara berterusan. Beliau juga menekankan kepentingan penyertaan murid di dalam aktiviti pengajaran dan pembelajaran.

Ciri-ciri Utama Pendekatan Konstruktivisme

Mengikut pandangan ahli konstruktivisme, setiap orang murid mempunyai peranan dalam menentukan apa yang dipelajari. Ini bermakna kepala pelajar bukanlah kosong. Penekanan diberi kepada murid supaya berpeluang untuk membentuk kemahiran dan pengetahuan iaitu dengan mengaitkan pengalaman lampau dengan kegunaan masa depan. Murid bukan sahaja diberi fakta sahaja tetapi penekanan diberi kepada proses berfikir dan kemahiran berkomunikasi.

Peranan Guru Dalam Kelas Konstruktivisme

Melalui pendekatan konstruktivisme, guru perlu mengubah peranannya dalam bilik darjah.. Guru akan berperanan sebagai penyelidik . Dengan cara ini, guru lebih memahami bagaimana murid membina konsep atau pengetahuan.

Ahli konstruktivisme menganggap peranan guru di dalam kelas adalah sebagai pengurus atau fasilitator untuk menangani masalah disiplin dengan sempurna. Murid diterima sebagai individu yang mempunyai ciri-ciri perlakuan yang berbeza dan perlu diberi perhatian. Mereka diberi peluang untuk membina keputusan sendiri.tentang perkara yang mereka pelajari. Melalui proses ini mereka lebih bertanggungjawab dan melibatkan diri dalam aktiviti pembelajaran. Sebaliknya mengikut ahli objektivisme berpendapat bahawa guru harus berperanan sebagai pengawal kelas. Murid tidak ada pilihan kecuali menurut peraturan dan undang-undang yang ditetapkan. Sekiranya ingkar mereka akan diberikan hukuman atau didenda oleh guru tersebut.

Prinsip-prinsip Pendekatan Konstruktivisme

Dalam pembelajaran secara konstruktivisme pengetahuan tidak diterima secara pasif tetapi dibina secara aktif oleh pelajar. Manakala fungsi pembelajaran adalah bersifat penyesuaian dan bertanggungjawab untuk mengorganisasi dunia pengalaman dan bukan untuk menemui dunia realiti.

Model Pengajaran Konstruktivisme

  1. Model Pengajaran Interaktif (Biddulph & Osborne)

v Guru lebih sensitif kepada idea dan persoalan pelajar.

v Guru menyediakan pengalaman penerokaan yang membolehkan pelajar menimbul persoalan dan mencadangkan penerangan yang munasabah.

v Guru menyediakan aktiviti yang memfokuskan kepada idea dan persoalan oleh pelajar.

v Guru menyediakan aktiviti yang menggalakkan pelajar membuat penyiasatan.

v Guru berinteraksi dengan pelajar untuk mencabar dan melanjutkan idea mereka.

  1. Pengajaran Model Berpusatkan Masalah (Wheatley)

v Guru memilih tugasan yang berkemungkinan menjadi masalah besar kepada pelajar.

v Pelajar membuat tugasan dalam kelompok kecil.

v Kelas akan berkumpul semula untuk membentangkan kepada kelas dan guru. Guru hanya berperanan sebagai fasilitator.

Cara-cara Pelajar Membina Konsep Matematik

v Pelajar membuat penyelesaian matematik dengan manipulatif.

v Pelajar berbincang keputusan penyiasatan mereka.

v Pelajar menulis hasil pengalaman mereka.

v Pelajar belajar cara penemuan mereka.

v Pelajar berfikir secara mencapah.

v Pelajar menyelesaikan masalah yang terbuka.

Keberkesanan Strategi Pengajaran Matematik Melalui Pendekatan

Kontruktivisme

v Pelajar berpeluang mengemukakan pandangan mereka terhadap sesuatu konsep.

v Pelajar dapat berkongsi persepsi /pandangan / idea antara satu sama lain.

v Pelajar dapat menerima serta menghormati semua pandangan daripada rakan-rakan mereka.

v Semua pandangan diterima dan tidak dipandang rendah.

v Pelajar dapat mengaplikasi idea baru dalam konteks yang berbeza untuk mengukuhkan kefahaman tersebut.

v Pelajar dapat merenung atau mengimbas kembali proses pembelajaran yang telah dilalui.

v Pelajar dapat menghubungkaitkan idea yang asal dengan idea yang baru dibinanya.

v Pelajar dapat mengemukakan hipotesis daripada aktiviti yang dilaluinya tetapi bukan guru yang menerangkan teori.

v Pelajar dapat berinteraksi dengan pelajar lain dan guru.

v Memupuk semangat kerjasama antara individu dan kumpulan melalui aktiviti koperatif.

v Pengajaran berpusatkan kepada pelajar.

v Guru akan dapat meningkatkan kemahiran berfikir di kalangan pelajarnya.

v Guru menjadi lebih prihatin terhadap keperluan , kebolehan serta minat pelajar.

v Guru hanya mengemukakan soalan yang boleh merangsangkan pelajar mencari jawapan.

Kesimpulan

Kesimpulannya pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang berasaskan konstruktivisme akan memberi peluang kepada guru untuk memilih kaedah pengajaran dan pembelajaran yang sesuai dan murid dapat menentukan sendiri masa yang diperlukan untuk memperolehi sesuatu konsep atau pengetahuan. Di samping itu, guru dapat membuat penilaian kendiri dan menilai kefahamannya tentang sesuatu bidang pengetahuan dapat ditingkatkan lagi. Selain itu, beban guru sebagi pengajar akan berkurangan di mana guru lebih bertindak sebagai pemudahcara atau fasilitator.

Perenialisme

Perenialisme merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme berasal dari kata perennial yang berarti abadi, kekal atau selalu. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Perenialisme menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Jalan yang ditempuh oleh kaum perenialis adalah dengan jalan mundur ke belakang, dengan menggunakan kembali nilai – nilai atau prinsip – prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kuat, kukuh pada zaman kuno dan abad pertengahan.
Dalam pendidikan, kaum perenialis berpandangan bahwa dalam dunia yang tidak menentu dan penuh kekacauan serta mambahayakan tidak ada satu pun yang lebih bermanfaat daripada kepastian tujuan pendidikan, serta kestabilan dalam perilaku pendidik. Mohammad Noor Syam (1984) mengemukakan pandangan perenialis, bahwa pendidikan harus lebih banyak mengarahkan pusat perhatiannya pada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh. Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan manusia sekarang seperti dalam kebudayaan ideal.

teori thorndike

A. Biografi Edward Lee Thorndike

Edward lee thorndike meski secara teknis seorang fungsionalis, namun ia telah membentuk tahapan behaviorisme Rusia dalam versi Amerika. Thorndike (1874-1949) mendapat gelar sarjananya dari Wesleyan University di Connecticut pada tahun 1895, dan master dari Hardvard pada tahun 1897. ketika disana, dia mengikuti kelasnya Williyams James dan merekapun cepat menjadi akrab.dia menerima bea siswa di Colombia, dan mendapatkan gelar PhD-nya tahun 1898. kemudian dia tinggal dan mengajar di Colombia sampai pension pada tahun 1940.[1]

Dan dia menerbitkan suatu buku yang berjudul “Animal intelligence, An experimental study of associationprocess in Animal”. Buku ini yang merupakan hasil penelitian Thorndike terhadap tingkah beberapa jenis hewan seperti kucing, anjing, dan burung.yang mencerminkan prinsip dasar dari proses belajar yang dianut oleh Thorndike yaitu bahwa dasar dari belajar (learning) tidak laian sebenaranya adalah asosiasi, suatu stimulum akan menimbulkan suatu respon tertentu.

Teori ini disebutdengan teori S-R. dalam teori S-R di katakana bahwa dalam proses belajar, pertama kali organisme (Hewan, Orang) belajar dengan cara coba salah (Trial end error). Kalau organisme berada dalam suatu situasi yang mengandung masalah, maka organisme itu akan mengeluarkan serentakan tingkah laku dari kumpulan tingkah laku yang ada padanya untuk memecahkan masalah itu. Berdasarkan pengalaman itulah , maka pada saat menghadai masalah yang serupa, organisme sudah tahu tingkah laku mana yang harus di keleluarkan nya untuk memecahkan masalah. Ia mengasosiasikan suatu masalah tertentu dengan suatu tingkah laku tertentu. Seekor kucing misalnya, yang di masukkan dalam kandang yang terkunci akan bergerak, berjalan, meloncat, mencakar dan sebagainya sampai suatu saat secara kebetulan ia menginjak suatu pedal dalam kandang itu sehingga kandang itu terbuka. Sejak itu, kucing akan langsung menginjak pedal kalau ia dimasukkan dalam kandag yang sama.[2]

B. Teori Belajar yang di Kemukakan Edward Leer Thorndike

Pada mulanya, pendidikan dan pengajaran di amerika serikat di dominasi oleh pengaruh dari Thorndike (1874-1949) teori belajar Thorndike di sebut “ Connectionism” karena belajar merupakan proses pembentukan koneksi-koneksi antara stimulus dan respon. Teori ini sering juga disebut “Trial and error” dlam rangkan menilai respon yang terdapat bagi stimulus tertentu. Thorndike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku beberapa binatang antara lain kucing, dan tingkah laku anak-anak dan orang dewasa.

Objek penelitian di hadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu, dalam hal ini objek mencoba berbagai cara bereaksi sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi sesuatu reaksi dengan stimulasinya.

Ciri-ciri belajar dengan trial and error :

    1. Ada motif pendorong aktivitas
    2. ada berbagai respon terhadap situasi
    3. ada aliminasi respon-respon yang gagal atau salah
    4. ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan dari penelitiannya itu.[3]

C. Hukum-Hukum yang digunakan Edward Lee Thorndike

1. Hukum latihan :

Hukum ini pada dasarnya sama dengan hukum prekuensinya Aristoteles, jika asosiasi (atau koneksi neural) lebih sering digunanakan, maka koneksinya akan lebih kuat, sedangkan yang paling kurang penggunaannya, maka paling lemahlah koneksinya, dua hal inilah yang berturut-turut disebut dengan hukum kegunaan dan ketidak bergunaan.

2. Hukum epek

Ketika sebuah asosiasi kemudian di ikuti dengan keadaan yang memuaskan, maka hasilnya menguat begitu juga sebaliknya ketika sebua asosiasi di ikuti dengan keadaanyang memuaskan, maka koneksinya melemah, kecuali untuk bahasa “mentalistik’ (kepuasan bukanlah prilaku), karena hal itu sama dengan pengondisian operasi coperant Conditioning)-nya Skiner.

Pada tahun 1929, penelitiannya telah membawanya keluar dari semua dal diatas kecuali apa yang yang kita sebut sekarang dengan penguatan (reinforcement).[4]

Thorndike yang dikenal karena kajiannya tentang Transfer pelatihan (Transfer or Training), kemudian ia percaya (dan masih sering percaya) bahwa mengkaji subjek-subjek sulit meskipun anda tidak akan pernah menggunakannya. Adalah bagus buat anda karena hal itu memperkuat pikiran anda. Hal ini adalah sejenis latihan yang bias memperkuat otot-otot anda. Hal itu kemudian di gunakan kembali untuk membenarkan cara anak belajar bahasa latin, seperti halnya yang digunakan saat ini. untuk membenarkan cara anak belajar kalkulus. Namun dia menyatakan bahwa hanya keserupaan objek kedua dengan yang pertama sama saja yang bias mengarah pada pembelajaran yang meningkat hasilnya dalam subjek kedua. Jadi bahasa latin munglkin membantu anda belajar bahasa Italia, atau belajar aljabar mungkin membantu anda belajar kalkulus, tetapi bahasa latin tidak akan pernah membantu anda belajar kalkulus atau hal-hal lain yang berbeda.

Teori William James

William James (1842-1910), mungkin adalah filsuf dan psikolog Amerika yang paling berpengaruh, dilahirkan di kota New York , tetapi menghabiskan masa kecilnya di Eropa.
Pendidikan dasarnya tidaklah biasa dan berganti-ganti, dikarenakan seringnya berpindah dari satu kota ke yang lain dan juga keinginan ayahnya agar dia lebih berkembang. Dia melewatkan masa pendidikannya disekolah umum dan dari guru bimbingan pribadinya di Swiss, Prancis, Inggris dan Amerika. Selama thun-tahun itu, dia hanya bisa membayangkan bagaimana kehidupan di sekolah sebenarnya. Setelah mendalami seni selama beberapa tahun, dia menyadari bahwa seni bukanlah bidangnya; dan pada tahun 1861 dia masuk ke Lawrence Scientific School di Cambridge, yang memberikan karir di bidang sains dan koneksi dengan Universitas Harvard yang terus berlangsung seumur hidupnya.

Saat berusia 35 tahun, dia telah menjadi dosen di universitas ini. Dia menjadi instruktur fisiologi dan anatomi selama 7 tahun, guru besar filsafat selama 9 tahun, dan menjadi guru besar psikologi sampai 10 tahun terakhir dia mengajar, saat dia kembali lagi mengajar filsafat. Dia adalah penulis yang produktif dan berbakat dibidang filsafat, psikologi dan pendidikan, dan pengarunya pada kehidupan pendidikan di Amerika sangatlah mengesankan. Karya terbesar dan paling berpengaruhnmya, The Principles Of Pshychology (Dasar-dasar Psikologi), yang diterbitkan tahun 1980, nantinya akan menjadi materi pendidikan modern yang sangat berpengaruh. Pemikirannya terhadap pendidikan dan pandangannya terhadap cara kerja pengajar dapat dilihat di karyanya yang terkenal Talks to Teacher. Selain sangat terkenal, buku-buku ini memberikan pengaruh yang besar terhadap pendidikan dan pengajarnya. Teori dan praktek pendidikan, adalah hutang terbesar Amerika kepada “ Bapak Pendidikan Psikologi Modern” ini.

William James adalah seorang yang individualis. Didalam bukunya Talks to Teacher tidak terdapat pernyataan mengenai pendidikan sebagai fungsi sisal. Baginya pendidikan lebih cenderung kepada “ organisasi yang ketertarikan mendalam terhadap tingkah laku dan ketertarikan akan kebiasaan dalam tingkah laku dan aksi yang menempatkan individual pada linkungannya”. Teori perkembangan diartikannya sebagai susunan dasar dari pengalaman mental untuk bertahan hidup. Pemikirannya ini dipengaruhi oleh insting dan pengalamannya mempelajari psikologi hewan dan doktrin teori evolusi biologi.

Ketertarikan James akan insting dan pemberian tempat untuk itu dalam pendidikan, menjadikan para pembaca bukunya peraya akan salah satu tujuan terpenting didalam pendidkan adalah memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk mengikuti instingnya. Yang nantinya akan menjadi peribahasa teori pendidikan. “ Bekerjasamalah dengan insting, jangan melawannya”. Pembaca yang lebih teliti dapat menemukan tulisan yang lebih menguatkan akan hal ini, tapi ketidak raguannya ditunjukkannya melalui pernyataan-pernyataannya bahwa persatuan para psikolog telah salah mengenali kekuatan insting didalam kehidupan manusia.

Teori James akan insting sangatlah bersifat individualis dan sangatlah kolot pada pelaksanaannya. Mengesampingkan pernyataannya mengenai perubahan insting, yang berlawanan dengan diskusinya pada “Iron Law of Habit/Hukum Utama Kebiasaan” dan keprcayaannya akan tujuan dasar pendidikan sebagai pengembangan awal kebiasaan individual dan kelompok, dalam pembentukan masyarakat yang lebih sempurna.

Singkatnya, James menegaskan, dasar dari semua pendidikan adalah mengumpulkan semua insting asli yang dikenal oleh anak-anak, dan tujuan pendidikan adalah organisasi pengenalan kebiasaan seagai bagian dari diri untuk menjadikan pribadi yang lebih baik.

Sumbangan James yan paling berpenaruh terhadap metode pendidikan adalah hubungannya dengan susunan kebiasaan. James mengtakan:

“Hal yang paling utama, disemua tingkat pendidikan, adalah untuk membuat ketakutan kita menjadi sekutu bukan menjadi lawan. Untuk menemukan dan mengenali kebutuhan kita dan memenuhi kebutuhan dalam hidup. Untuk itu kita harus terbiasa, secepat mungkin, semampu kita, dan menjaga diri dari jalan yang memberi kerugian kepada kita, seperti kita menjaga diri dari penyakit. Semakin banyak dari hal itu didalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita lakukan dengan terbiasa, semakin banyak kemampuan pemikiran kita yang dapat digunakan untuk hal yang penting lainnya.”

Dalam pembahasan mengenai metode susunan kebiasaan, James memberikan 4 atauran dasar:

1. Lengkapi dirimu dengan kekuatan dan ambillah keputusan seepat mungkin.
2. Tidakada pengecualian dalam kesempatan sampai kebiasaan baru telah tertanam dihidupmu.
3. Ambilah kesempatan yang paling pertama saat menambil tindakan.
4. Jagalah kebiasaan itu agar tetap ada dengan memberikan dorongan kecil setiap hari.

Kamis, 24 April 2008

Teori Pendidikan menurut J.J Rousseau

J.J Rousesau berpendapat bahwa pada dasar (asal)-nya munusia baik, menjadi jelek (jahat) karena pengaruh lingkungan. Dasar pendidikan menurut Rousseau adalah pembawaan dan tujuan pendidikan ialah membentuk manusia yang bebas merdeka. Sifat pendidikan adalah individualistis dan individu (anak) itu harus dijauhkan dari pengaruh masyarakat dan bahkan dijauhkan dari orang tuanya. Hasil pemikirannya dituangkan dalam buku Le Contract Social berisi tentang ilmu kenegaraan dan Emile yang berisi bagaimana mendidik anak sampai dewasa yang baik dan benar.

Selasa, 22 April 2008

Teori Pendidikan menurut John Dewey

Menurut John Dewey, sekolah adalah lembaga penyelenggara pendidikan yang mempumyai maksud dan tujuan untuk membangkitkan sikap hidup demokratis dan untuk memperkembangkannya. Hal ini harus dilakukan dengan berpangkal pada pengalaman –pengalaman anak. Harus diakui bahwa tidak semua pengalaman berfaedah, oleh karena itu sekolah harus memberikan “bahan pelajaran” sebagai pengalaman-pengalaman yang bermanfaat bagi masa depan anak sekaligus juga anak dapat mengalaminya sendiri. Sehingga anak didik dapat menyelidiki, menyaring, dan pengatur pengalaman tadi.

Pandangan progresivisme mengenai konsep belajar bertumpu pada anak didik. Disini anak didik dipandang sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan, dibandingkan makhluk lain, yaitu akal dan kecerdasan. Dan dalam proses pendidikanlah peserta didik dibina untuk meningkatkan keduanya.

Menurut progresivisme, proses pendidikan mempunyai dua segi, yaitu psikologis dan sosiologis. Dari segi sosiologis, pendidik harus dapat mengetahui tenaga-tenaga atau daya-daya yang ada pada anak didik yang akan dikembangkan. Psikologinya seperti yang berpengaruh di Amerika, yaitu pikologi dari aliran behaviorisme dan pragmatisme. Dari segi sosiologis, pendidik harus mengetahui ke mana tenaga-tenaga itu harus dibimbing. John Dewey mengatakan bahwa tenaga-tenaga pendidikan itu harus diabdikan pada kehidupan sosial; jadi mempunyai tujuan sosial. Maka pendidikan adalah proses sosial dan sekolah adalah suatu lembaga sosial.

Senin, 21 April 2008

Angket

Lima karakter guru terbaik menurut saya:
1. Memotivasi ; ketika saya sedang putus asa dalam menyelesaikan suatu pelajaran, guru bisa memberikan spirit/motivasi terhadap saya
2. Sersan (Serius tapi Santai) ; saat melakukan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) guru menerangkan suatu mata pelajaran dengan serius tapi santai
3. Disiplin ; supaya guru bisa mendidik sikap disiplin terhadap diri siswanya. Contoh : Jika siswanya telat masuk kelas maka hukumannya adalah membersihkan WC
4. Humoris ; meskipun guru tersebut disiplin dan serius tapi guru tersebut juga harus memiliki rasa humor. Supaya suasana kelas tidak kaku
5. Objektif ; tidak membeda-bedakan murid

Lima karakter guru terburuk menurut saya:
1. Keras Kepala atau egois ; tidak mau mendengarkan pendapat murid-muridnya. Walaupun sebenarnya guru itu salah
2. Sensitif ; mudah tersinggung. Contoh; ketika guru sedang menerangkan kemudian muridnya mengobrol. Guru tersebut menduga bahwa muridnya sedang membicarakan dia, padahal kenyataannya tidak
3. Jayus ; sok lucu. Contoh: Guru membuat sesuatu omongan yang lucu. Padahal kenyataannya itu tidak lucu. Jadinya bukan lucu malah garing..!!
4. Subjektif ; guru membeda-bedakan mana murid yang kaya dan mana murid yang miskin, mana murid yang pandai dan mana murid yang bodoh
5. Pemalas ; guru jarang hadir untuk mengajar. Hal ini bukan disebabkan karena dia sakit. Kalo sakit sih masih bisa ditolerir. Tapi kalo malas..??ganti aja deh gurunya..hhe

Selasa, 08 April 2008

Kreativitas Remaja

Menurut saya kreativitas itu suatu daya pikir untuk melakukan atau menciptakan sesuatu yang memiliki nilai positif. Kreativitas remaja yang pernah saya lakukan adalah ketika saya SMP kelas 1 saya pernah berjualan bunga sabun di sekolah. Barang tersebut saya dapatkan dari temannya kakak saya. Bunga sabun itu ada 2 bentuk, yakni yang berbentuk mawar dan tulip. Yang berbentuk mawar harganya Rp 1.000,-, saya menjualnya seharga Rp 1.500,-. Sedangkan yang berbentuk tulip harganya Rp 1.500,- kemudian saya menjualnya seharga Rp 2.000,-. Jadi keuntungan yang saya peroleh setiap tangkai adalah Rp 500,-.
Pada suatu hari ayah dari teman saya yang bekerja sebagai manajer di salah satu hotel di Jakarta memesan 400 tangkai bunga kepada saya. Dia memesan untuk menyambut hari Valentine di hotel tempat dia bekerja.Saya pun terkejut. Yang ada di perasaan saya hanya ada pertanyaan "Apakah sanggup temannya kakak saya melakukan itu semua dalam waktu 2 minggu?". Untungnya dia menyanggupi. Saya pun akhirnya lega.
Sesudah barang iu jadi saya langsung mengantarkannya ke rumah teman saya. Teman saya pun segera membayarnya. Ternyata keuntungan yang saya peroleh sebesar Rp 200.000,-. Betapa senang dan gembiranya saya untuk pertama kalinya bisa mencari uang sendiri. Uang tersebut saya berikan kepada ibu saya. Dia pun merasa haru dan bangga terhadap saya.

Senin, 24 Maret 2008

perkembangan diri saya

Ketika saya beranjak masuk SMP,saya memulai merasa kekuranagan kasih sayang orang tua. Ayah saya bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Sedangkan ibu saya bekerja sebagai guru ngaji di majelis ta'lim yang satu ke majelis ta'lim lainnya. Saya di rumah hanya ditemani kakek, nenek, dan pembantu. Setiap hari saya selalu bermain bersama mereka, terutama nenek. Setiap saya mau makan nenek selalu mendampingi saya. Setiap saya mau tidur nenek selalu membacakan sholawat badar dan mengkipasi saya. Malah orang-orang menyebut saya ini anak nenek bukan anak ibu saya. Karena waktu bertatap muka saya dengan nenek lebih banyak dibandingkan dengan ibu saya sendiri.
Pada Oktober 2003, nenek mulai terserang penyakit liver. Mendengar berita itu saya sangat terkejut seperti tersambar petir. Nenek saya sempat dirawat di Rumah Sakit Tebet selama 2 bulan. Karena pelayanan di Rumah Sakit Tebet kurang memuaskan maka nenek dipindahkan ke Rumah Sakit MMC. Setiap saya pulang sekolah, saya selalu menyempatkan diri untuk ke Rumah Sakit. Karena saya ingin menghibur nenek. Sungguh saya sangat tidak tega melihat nenek saya diinfus dan tubuh nenek saya semakin hari semakin kurus. Suatu hari nenek meminta untuk dirawat di rumah saja karena dia sudah merasa bosan dengan suasana Rumah Sakit. Akhirnya keluarga pun mengabulkannya.
Satu hari sebelum ujian semester, nenek berpesan kepada saya untuk lebih giat belajar. Saya pun menjadi termotivasi mendengar perkataannya. Pagi hari setelah adzan shubuh, di Musholla diumumkan telah meninggal dunia "Ibu Hj. Ni'mah binti H. Muchtar". Saya langsung terbangun mendengar nama itu. Karena itu adalah nama nenek saya. Saya langsung keluar rumah dan berlari ke rumah nenek yang tak jauh dari rumah saya. Sampai-sampai saya lupa tidak menggunakan sendal saat keluar rumah. Di hadapan sang jenazah saya menangis sambil membaca Surat Yasin. Sayang, saya tidak bisa mengantarkan nenek ke tempat terakhirnya. Hal itu disebabkan karena di sekolah saya sedang Ujian Semester.

perkembangan remaja

Memahami Aspek-aspek Penting Perkembangan Remaja
Dalam hidupnya, setiap manusia akan mengalami berbagai tahap perkembangan. Dan salah satu tahap perkembangan yang sering menjadi sorotan adalah ketika seseorang memasuki usia remaja. Betapa tidak? Usia remaja adalah gerbang menuju kedewasaan, jika dia berhasil melalui gerbang ini dengan baik, maka tantangan-tantangan di masa selanjutnya akan relatif mudah diatasi.

Begitupun sebaliknya, bila dia gagal maka pada tahap perkembangan berikutnya besar kemungkinan akan terjadi masalah pada dirinya. Oleh karena itu, agar perkembangannya berjalan dengan baik, setidaknya ada lima aspek penting yang harus dicermati, baik oleh orang tua, pendidik, maupun si remaja itu sendiri.

1. Kondisi fisik
Penampilan fisik merupakan aspek penting bagi remaja dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Biasanya mereka mempunyai standar-standar tertentu tentang sosok fisik ideal yang mereka dambakan. Misalnya, standar cantik adalah berpostur tinggi, bertubuh langsing, dan berkulit putih.
Namun tentu saja tidak semua remaja memiliki kondisi fisik seideal itu. Karenanya, remaja mesti belajar menerima dan memanfaatkan seperti apapun kondisi fisiknya dengan seefektif mungkin.

Remaja perlu menanamkan keyakinan bahwa keindahan lahiriah bukanlah makna yang sesungguhnya dari kecantikan. Kecantikan sejati justru bersumber dari hati nurani, akhlak, serta kepribadian yang baik. Seperti kata pepatah: Beauty is not in the face, beauty is a light in the heart (kecantikan bukan pada wajah, melainkan cahaya dari dalam hati). Bahkan dalam Islam, Rasulullah Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk-bentuk tubuhmu dan harta-hartamu, tetapi Allah melihat hati dan amal-amalmu." (HR Muslim)

2. Kebebasan emosional
Pada umumnya, remaja ingin memperoleh kebebasan emosional. Mereka ingin bebas melakukan apa saja yang mereka sukai. Tak heran, sebab dalam masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, seorang remaja memang senantiasa berusaha agar pendapat atau pikiran-pikirannya diakui dan disejajarkan dengan orang dewasa, dalam kedudukannya yang bukan lagi sekadar objek.

Dengan demikian jika terjadi perbedaan pendapat antara anak dengan orang tua, maka pendekatan yang bersifat demokratis dan terbuka akan terasa lebih bijaksana. Salah satu caranya dapat dilakukan dengan membangun rasa saling pengertian, di mana masing-masing pihak berusaha memahami sudut pandang pihak lain.

Saling pengertian juga dapat dibangkitkan dengan bertukar pengalaman atau dengan melakukan beberapa aktivitas tertentu bersama-sama, di mana orang tua dapat menempatkan dirinya dalam situasi remaja, dan sebaliknya. Menurut Gordon, inti dari metode pemecahan konflik yang aman antara orang tua dan anak adalah dengan menjadi pendengar aktif.

3. Interaksi sosial
Kemampuan untuk melakukan interaksi sosial juga sangat penting dalam membentuk konsep diri yang positif, sehingga dia mampu melihat dirinya sebagai orang yang kompeten dan disenangi oleh lingkungannya. Dengan demikian, maka diharapkan dia dapat memiliki gambaran yang wajar tentang dirinya sesuai dengan kenyataan (tidak dikurangi atau dilebih-lebihkan).

Menurut Abdul Halim Abu Syuqqah, dalam bukunya Kebebasan Wanita, pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua ekstrem, yakni terlalu sensitif (menutup diri) atau terlalu bebas. Konsep pergaulan semestinya lebih ditekankan kepada hal-hal positif, seperti untuk mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan serta menambah wawasan yang bermanfaat.

4. Pengetahuan terhadap kemampuan diri
Setiap kelebihan atau potensi yang ada dalam diri manusia sesungguhnya bersifat laten. Artinya, ia harus digali dan terus dirangsang agar keluar secara optimal. Dengan demikian, akan terlihat sejauh mana potensi yang ada dan di jalur mana potensi itu terkonsentrasi, untuk selanjutnya diperdalam hingga dapat melahirkan karya yang berarti.

Dengan mengetahui dan menerima kemampuan diri secara positif, maka seorang remaja diharapkan lebih mampu menentukan keputusan yang tepat terhadap apa yang akan ia jalani, seperti memilih sekolah atau jenis kegiatan yang akan diikutinya.

5. Penguasaan diri terhadap nilai-nilai moral dan agama
William James, seorang psikolog yang mendalami psikologi agama mengatakan bahwa orang yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai agama cenderung mempunyai jiwa yang lebih sehat. Kondisi tersebut ditampilkan dengan sikap yang positif, optimis, spontan, bahagia, serta penuh gairah dan vitalitas.

Sebaliknya, orang yang memandang agama sebagai suatu kebiasaan yang membosankan atau perjuangan yang berat dan penuh beban, akan memiliki jiwa yang sakit (sick soul). Dia akan dihinggapi oleh penyesalan diri, rasa bersalah, murung serta tertekan.

Bagi keluarga Muslim, nampaknya harus mulai ditanamkan pemahaman bahwa di usianya si remaja sudah termasuk baligh. Artinya dia sudah taklif, atau bertanggung jawab atas kewajiban-kewajiban agama serta menanggung sendiri dosa-dosanya apabila melanggar kewajiban-kewajiban tersebut. Dengan pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai moral dan agama, maka lingkungan yang buruk tidak akan membuatnya menjadi buruk. Bahkan boleh jadi, si remaja sanggup proaktif mempengaruhi lingkungannya dengan frame religius