listening music yuuk..!!!!!!!!!!

cOveR9irL..hahaha

Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com
Click here to rate this magazine

Sabtu, 30 April 2011

Pangeran Berkuda Putih (Prosa)

Pangeran berkuda putihku telah hilang menembus awan. Detak suara sepatu kudanya sudah tak pernah kudengar lagi. Dia pergi dengan meninggalkan setangkai bunga mawar yang penuh duri untukku. Mungkin sekarang pangeran berkuda putihku sudah sampai nirwana. Bertemu dengan banyak bidadari di sana.

Aku tidak tahu apakah dia akan mengetuk dan mengajakku berkelana lagi. Berkelana melewati panasnya gurun sahara dan ribuan kaktus di pinggirnya. Kadang kami beristirahat di sebuah oase yang airnya mulai mengering. Pangeran itu mengambil setungkup air yang ia berikan padaku. Kemudian kami rebahkan tubuh di atas butiran permadani pasir sambil menatap teriknya matahari.

Aku rindu masa-masa bersamanya. Dari segala penjuru sudah kucari pangeran berkuda putih itu. Aku bertanya pada angin, air, bahkan matahari. “Apakah kalian melihat pangeran berkuda putihku?”. Namun mereka serempak menjawab “Tidak”. Banyak pangeran dari negeri seberang ingin memetik dan menghisap tubuhku. Tapi bagiku mereka semua hanyalah pangeran tak bersayap! Pangeran yang hanya menjadi benalu di atas teratai dan batu!

Ketika purnama menerangi malam, kulihat dari balik tirai ada bayangan wajah lelaki yang kukenal. Bayangan itu semakin lama semakin nyata. Pangeran berkuda putihku telah kembali. “Terima kasih Tuhan. Kau telah mengabulkan pintaku di sepertiga malam. Di kala orang-orang memasuki bunga tidur, aku bersimpuh padaMu”.

Setelah melepas lelah, pangeran berkuda putihku menceritakan perjalanannya melewati mimpi-mimpi pemberian Tuhan. Banyak perubahan yang ia alami. Ia berjanji tidak akan meninggalkanku sendiri lagi hingga kami melebur menjadi satu.

Tidak ada komentar: